Foto Album

Senin, 23 Maret 2009

Yang saya ketahui tentang cita-cita dan perjuangan DRS. Djaya Ali

  1. Terus Istiqomah berupaya menanamkan kesadaran tinggi akan masa depan dakwah Islam dalam jiwa pemuda. Ia bina remaja dan pemuda untuk menatap masa depan bersama Islam dengan segala kemulyaan dan keagungan serta kesucian ajarannya. Al-Ishlah, IRSAD adalah contoh binaannya saat kita sedikit lalai akan kehidupan remaja kita.
  2. Bersama teman-temanya berupaya mengambil alih aset Pondok Pinang;masjid Ni’matul ittihad dari MK. Setelah berhasil, ia pun tidak serta merta menuntut untuk bisa mencari makan didalamnya.
  3. Bersama kawan-kawannya pula, ia berupaya memperbaiki mushola Baithurrohmah dengan modal semangat dan jihad. Dengan diresmikan oleh menteri sosial, berhasil lah ia dan kawan-kawanya mengumandangkan asma Allah melalui mushola tersebut.Kemudian ia pun tak menuntut untuk menjadi ketua musholla seumur hidup, karena masih banyak perjuangan yang akan ia lakukan.
  4. Memperbaiki dan mereformasi sistem menejemen lembaga wakaf ummat Islam Pondok Pinang; Yayasan Al-Khairiyah. Bersama kawan-kawanya (H.Rasyidin,H.Nurul, H.Dahlan, H.A.Tamimi, H.A Yani, dan H.Edy Sukardi serta Drs.Abdul Ghafur,dll) ia perjuangkan kesejahteraan guru dan perbaikan mutu pendidikan madrasah Al-Khairiyah tanpa menuntut untuk dibayar atas keberhasilan perjuangannya.Baginya”Cukup yang dimakan apa yang telah dimilikinya sebagai karunia-Nya” Hampir setiap malam, kadang sampai jam 2 malam ia datangi saya dan ust.Zahruddin untuk bersama berfikir kedepan tentang bagaimana menumbuh kembangkan lembaga pendidikan Al-Khairiyah sebagai kawah candra dimuka pengembangan dan pemberdayaan SDM anak didik demi meniti jalan Allah,menciptakan karya,meraih prestasi dan cita-cita demi izzatul Islam dalam naungan ridho-Nya.

”SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI SETIAP LANGKAH DAN USAHANYA, SERTA MEMELIHARA KESUCIAN NIAT YANG TERPENDAM DALAM HATI DAN RELUNG JIWANYA, AMIN”

Oleh :FIRMANSYAH BIN H.SATIRI BIN H.AHMAD BIN H.MISIN BIN SAMUR
Guru MI Al-Khairiyah Pondok Pinang
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor

Minggu, 15 Maret 2009

TASYAKURAN DAN PERESMIAN DJAYA ALI CENTER

Pondok Pinang, 14 Maret 2009

The Power is Down ! Aliran Listrik padam di Jalan H. Muhi Pondok Pinang satu jam sebelum acara peresmian Djaya Ali Center (DAC). Ya… biasalah, PLN…

Acara yang diadakan di Majlis Taklim Sa’addatud Daroin Pondok Pinang ini dihadiri tidak kurang dari seratus orang simpatisan dan pendukung pencalonan Drs. Djaya Ali sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan.

Meski suasana gelap gulita, namun tidak mengurangi tekad para simpatidan untuk hadir dan mendoakan serta mendukung Pembukaan DAC dan pencalonan Drs. Djaya Ali.

Dan, Al-hamdulillah, Allah masih meridhoi pertemuan ini, dan lampu listrik menyala lagi. Acarapun dimulai.

Diawali dengan zikir, yasin, dan barzanji, lalu dilanjutkan Qori’ah muda Siti Inayah, S.Ag. melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kemudian sang ketua panitia, Firmansyah, S.Ag. menyampaikan prakatanya dan diakhiri dengan puisi “Untuk saudaraku Djaya Ali”.

Selanjutnya sambutan Djaya Ali. Caleg nomor depalan ini menyampaikan latar belakang berdirinya Partai berlambang Ka’bah ini bermula dari berfusinya empat partai Islam pada tahun 1973; Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi). PPP adalah rumah besar umat Islam Indonesia, karena aktifisnya terdiri dari kaum Nahdliyin, Muslimin Indonesia, Syarikat Islam Indonesia, Tarbiyah Islam Indonesia, dan lain-lain.
Drs. Djaya Ali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai yang didirikan 5 januari 1973 ini dengan nomor urut delapan.

Acara ini ditutup dengan Taushiyah dari H. Ady Mansyur, S.Pd.I. yang juga calon anggota DPR RI dari partai yang sama dengan nomor urut empat.

DAC ini didirikan dengan tujuan mengakomodir segala urusan yang berkaitan dengan kepartaian, dan ke-”djaya ali”-an. Dari atribut partai hingga urusan kumpul-kumpul jelang kampanye, dilakukan di “base camp” DAC ini.

Siapa saja sih, ‘crew’nya?
Penanggung Jawab, pastinya Drs. Djaya Ali. Terus, Penasehat Hukumnya adalah DR. Egy Sudjana, SH. dan Mohammad Basir, SH. Ketua DAC, siapa lagi kalo bukan Firmansyah, S.Ag. dibantu sang Sekretaris Zahruddin, S.Ag. dan urusan keuangan alias Bendahara adalah Rahmi Fauziah. Nah… urusan Kesekretariatan dihandle oleh Ir. M. Zainus Subhan, Asep Mahmud, S.Pd., Hailani BM, Indrawadi, dan M. Iksan.

Lokasi DAC di mana?
DAC membuka secretariatnya di Jl. H. Muhi No. 5 Pondok Pinang Kby Lama Jakarta Selatan.
DAC punya E-mail juga blog, lho. e-mail nya = djaya-ali@in.com dan blognya = http://djayaali.blogspot.com/

Jumat, 30 Januari 2009

Partai Persatuan Pembangunan (24)

Jumat, 2009 Januari 30


Tanggal berdiri : 5 Januari 1973
Inisiator : -
Pendiri : Fusi dari Partai NU, PSII, Perti dan Parmusi
Azas : Islam
Lambang Partai : Gambar kabah dalam kotak dengan warna latar hijau.
Ketua Umum : Suryadharma Ali
Sekretaris Jenderal : Irgan Chairul Mahfidz
Alamat : Kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro No.60. Jakarta 10310, Telp/Fax : 021-31936338, 31926164. Fax: 3142558

SEJARAH
Dibukanya kran demokrasi seiring datangnya era reformasi, sempat membuat PPP diprediksi banyak pihak akan menenggelamkan eksistensi PPP. Maklum saja, PPP berasal dari fusi 4 parpol Islam yang 'dipaksakan' bergabung oleh Orde Baru. Jadi manakala, aspirasi pemilih Muslim tak lagi tunggal, PPP bisa karam.

Tapi analisa tersebut ternyata tak cepat terjadi. Pada Pemilu 1999, PPP masih mampu merebut 59 kursi di DPR. Demikian juga pada Pemilu 2004, mereka hanya terlepas 1 kursi menjadi 58 kursi di DPR. Lolosnya PPP dari ujian ini membuat PPP masih diperhitungkan sebagai kekuatan tersendiri.



VISI & MISI
1. PPP berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Dengan demikian PPP mencegah berkembangnya faham-faham atheisme, komunisme/marxisme/leninisme, serta sekularisme, dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia.
2. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia sesuai harkat dan martabatnya dengan memperhatikan nilai-nilai agama terutama nilai-nilai ajaran Islam, dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang berkembangnya neo-feodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisasi, diskriminasi, dan budaya kekerasan.
3. PPP berkhidmat untuk berjuang memelihara rasa aman, mempertahankan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengembangkan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang proses disintegrasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

PENCAPAIAN PADA PEMILU SEBELUMNYA:
1999 = 11.329.905 suara atau 10,7% (59 kursi di DPR)
2004 = 9.266.444 suara atau 8,16% (58 kursi di DPR)

Kamis, 22 Januari 2009

PPP Merapat ke Jusuf Kalla

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali tak menampik tudingan bahwa pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai lobi politiknya menjelang Pemilu 2009. Dia bahkan memastikan koalisi PPP-Golkar di 2009 akan terjalin dalam waktu dekat.
"Kelihatannya kita nyambung dengan Golkar mungkin karena selama ini sudah bersama-sama. Ya istilahnya kita klik-lah dengan JK," ujar Sekjen DPP PPP Irgan Chaerul Mafiz saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Irgan, koalisi PPP-Golkar yang sgera terjalin itu akan menjadi koalisi yang kuat. Karena, PPP dan Golkar merupakan partai yang memiliki historis yang sama.
"Selain itu, antara PPP dan Golkar sama-sama merupakan partai yang sudah berdiri lama di Indonesia. PPP dan Golkar juga sama-sama memiliki pengalaman," katanya.
Igan menjelaskan, sebenarnya kedatangan PPP ke kediaman JK kemarin, dalam rangka mngundang JK untuk menghadiri Harlah PPP yang ke-36. Acara tersebut, akan digelar PPP pada Sabtu, 24 Januari mendatang bertempat di Kemayoran, Jakarta. Dalam acara itu, PPP akan menghadiri Presiden SBY dan Wapres JK, seluruh petinggi-petinggi parpol, tokoh nasioal hingga para capres. [Raden Trimutia Hatta]

Sabtu, 17 Januari 2009

Yahudi AS, Pindah ke Israel dan Masuk Islam

Pada tahun 1998, Joseph Cohen seorang Yahudi Ortodoks kelahiran AS hijrah ke Israel karena keyakinannya yang sangat kuat pada ajaran Yudaisme. Ia kemudian tinggal di pemukiman Yahudi Gush Qatif di Gaza (Israel mundur dari wilayah Jalur Gaza pada tahun 2005).

Cohen tak pernah mengira bahwa kepindahannya ke Israel justru membawanya pada cahaya Islam. Setelah tiga tahun menetap di Gaza, Cohen memutuskan untuk menjadi seorang Muslim setelah ia bertemu dengan seorang syaikh asal Uni Emirat Arab dan berdiskusi tentang teologi dengan syaikh tersebut lewat internet. Setelah masuk Islam, Cohen mengganti namanya dengan nama Islam Yousef al-Khattab.

Tak lama setelah ia mengucapkan syahadat, istri dan empat anak Yousef mengikuti jejaknya menjadi Muslim. Sekarang, Yousef al-Khattab aktif berdakwah di kalangan orang-orang Yahudi, meski ia sendiri tidak diakui lagi oleh keluarganya yang tidak suka melihatnya masuk Islam.

"Saya sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya. Kita tidak boleh memutuskan hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya adalah Yahudi dengan entitas ke-Yahudi-annya. Kami tidak punya pilihan lain, selain memutuskan kontak untuk saat ini. Kata-kata terakhir yang mereka lontarkan pada saya, mereka bilang saya barbar," tutur Yousef tentang hubungan dengan keluarganya sekarang.

Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah saw yang kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat dan penerusnya hingga sekarang.

"Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan berdasarkan ayat-ayat al-Quran dan yang membedakan antara umat manusia adalah ketaqwaannya pada Allah semata," ujar Yousef.

"Islam bukan agama yang rasis. Kita punya bukti-bukti yang sangat kuat, firman Allah dan perkataan Rasulullah saw. Kita berjuang bukan untuk membenci kaum kafir. Kita berjuang hanya demi Allah semata, untuk melawan mereka yang ingin membunuh kita, yang menjajah tanah air kita, yang menyebarkan kemungkaran dan menyebarkan ideologi Barat di negara kita, misalnya ideologi demokrasi," sambung Yousef.

Ia mengatakan bahwa dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda dengan Islam. Perbedaan utamanya dalam masalah tauhid. Agama Yahudi, kata Yousef percaya pada perantara dan perantara mereka adalah para rabbi. Orang-orang Yahudi berdoa lewat perantaraan rabbi-rabbi mereka.

"Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda dengan Islam, agama yang berbasis pada al-Quran dan Sunnah. Dan keyakinan pada Islam tidak akan pernah berubah, di semua masjid di seluruh dunia al-Quran yang kita dengarkan adalah al-Quran yang sama," ujar Yousef.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Yahudisme di sisi lain berpatokan pada "tradisi oral" misalnya kitab Talmud yang disusun berdasarkan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan. Para rabbi sendiri, kata Yousef mengakui, bisa saja banyak hal yang sudah orang lupa sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan.

Yousef mengungkapkan, kitab Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang memiliki sebelas versi yang berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan lagi naskah asli. "Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama yang mudah, di mana banyak orang yang bisa menghapal al-Quran dari generasi ke generasi. Allah memberkati kita semua dengan al-Quran," tukas Yousef. Meski demikian, ia meyakini dialog adalah cara terbaik dalam berdakwah terutama di kalangan Yahudi.

Ditanya tentang kelompok-kelompok Yahudi yang mengklaim anti-Zionis. Yousef menjawab bahwa secara pribadi maupun dari sisi religius, ia tidak percaya dengan Yahudi-Yahudi yang mengklaim anti-Zionis. "Dari sejarahnya saja, mereka adalah orang-orang yang selalu melanggar kesepakatan. Mereka membunuh para nabi, oleh sebab itu saya tidak pernah percaya pada mereka, meski Islam selalu menunjukkan sikap yang baik pada mereka," paparnya.

Yousef menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan untuk membela orang-orang Palestina ataupun atas nama seorang Muslim. Pernyataan itu merupakan pendapat pribadinya. "Allah Maha Tahu," tandasnya.

Sebagai orang yang pernah tinggal di pemukiman Yahudi di wilayah Palestina, Yousef mengakui adanya diskriminasi yang dilakukan pemerintah Israel terhadap Muslim Palestina. Yousef sendiri pernah dipukul oleh tentara-tentara Israel meski tidak seburuk perlakuan tentara-tentara Zionis itu pada warga Palestina.

"Saya masih beruntung, penderitaan yang saya alami tidak seberat penderitaan saudara-saudara kita di Afghanistan yang berada dibawah penjajahan AS atau saudara-saudara kita yang berada di kamp penjara AS di Kuba (Guantanamo)," imbuhnya dengan rasa syukur.

Allah memberikan hidayah pada umatnya, kadang dengan cara yang tak terduga. Seperti yang dialami Cohen atau Yousef yang justru masuk Islam setelah pindah ke wilayah pendudukan Israel di Gaza. (ln/readingislam)

Sabtu, 10 Januari 2009

PPP Kecam Keras Serangan Israel

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Bachtiar Chamsyah mengecam keras tindakan Israel memborbardir Jalur Gaza, mulai dari tanggal 27 Desember hingga saat ini. "Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Kami mengutuk tindakan Israel tersebut," ujar Bachtiar pada acara Refleksi Politik Akhir Tahun: Menggagas Koalisi Prapemilu, Selasa (30/12) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta

PPP meminta pemerintah untuk segera meminta duta besar Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendesak Dewan Keamanan PBB segera menghentikan serangan tersebut.

Bachtiar juga menyesalkan tindakan Amerika Serikat, sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, yang melakukan veto dalam sidang DK PBB menyangkut penyerangan Israel.

Secara partai, PPP mengaku tidak mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada korban di Jalur Gaza. "Tapi pemerintah sudah mengirimkan bantuan. PPP juga kan bagian dari pemerintah," kilahnya. (sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/30/22120843/ppp.kecam.keras.serangan.israel)

PUISI HATI


Kupersembahkan untuk saudaraku

Drs. Djaya Ali



Aku ceritakan kepadamu tentang mujahid yang ekonominya tak sebanyak para politisi elit,

Tentang calon pemimpin dengan banyaknya kebutuhan yang menghimpit,

Namun kulihat lapang dadanya tak menjadi sempit,

Dan tak pernah sedetikpun kulihat jiwanya menjerit


Cita-cita perjuangannya tetap digantungkan tinggi diatas langit,

Bersama dengan dzikir serta doa diwaktu luang dan diwaktu sempit,

Agar senantiasa tersenyum menikmati indahnya perjuangan yang sulit,

Dan tersenyum saat ruh ini terbang keatas langit


Dalam doaku dan dalam tangisku kepada Allah penguasa bumi dan langit,

Ku berkata,” Kemurnian dan kemulyaan cita-cita perjuangannya tak perlu kuungkit”,

Karna ku yakin malaikatmu dalam jiwanya adalah saksi yang tsabit,

Dan penghibur hati akan datangnya bantuan tentaramu dari langit




Allahumma malikal mulki tu’tilmulka man tasyaa

Watanziul mulka mimman tasyaa

Watu’izzu man tasyyaa

Watudzillu man tasyaa

Biyadikal khoir,innaka ’alaa kulli syai,in qodiir


Firmansyah